Indonesian flagItalian flagKorean flagChinese (Simplified) flagChinese (Traditional) flagPortuguese flagEnglish flagGerman flagFrench flagSpanish flagJapanese flagArabic flagRussian flagGreek flagDutch flagBulgarian flagCzech flagCroatian flagDanish flagFinnish flagHindi flagPolish flagRomanian flagSwedish flagNorwegian flagCatalan flagFilipino flagHebrew flagLatvian flagLithuanian flagSerbian flagSlovak flagSlovenian flagUkrainian flagVietnamese flagAlbanian flagEstonian flagGalician flagMaltese flagThai flagTurkish flagHungarian flagBelarus flagIrish flagIcelandic flagMacedonian flagMalay flagPersian flag


Surabaya selayang pandang

Posted by Agung Yuliarto | Berita,Budaya | 28 September 2009 3:53 pm
TextLinks.com

Jantung Surabaya terletak di Jl. Pemuda, tempat yang bagus untuk memulai perjalanan Anda. Kemudian kita menuju ke pelabuhan tua Kalimas, ramai dengan kapal-kapal, kapal kontainer, dan terdapat beberapa kapal kayu Pinisi tradisional yang sedang mengangkut beban, sebuah pemandangan yang menghiasi tempat ini selama 600 tahun terakhir.

Masjid Sunan AmpelDekat Kalimas, kita bisa berkunjung ke Masjid Sunan Ampel, yang dibangun pada 1421.  Surabaya adalah kota yang menarik dan penuh dengan kontradiksi. Sebelum menjadi wilayah kerajaan, Surabaya pada masa kolonial Belanda, kota berubah menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan terbesar di masa itu. Kemudian beberapa dari pertempuran yang paling berdarah untuk kemerdekaan terjadi di sini. Warisan sejarah dapat kita lihat sekarang bercampur dengan pemandangan kehidupan modern masa kini.

Ceng-HoKita lanjutkan perjalanan menuju ke Masjid Cheng Hoo di Jl. Gading, sebuah masjid yang memiliki unsur budaya Cina sebagai pagoda unik berbentuk atap.

Tidak begitu jauh dari pusat kota lama, Hotel Majapahit, gaya kolonial Belanda adalah tempat yang tepat untuk berhenti sejenak dan menyeruput secangkir teh. Pada tahun 1945, hotel ini merupakan tempat peristiwa sejarah perjuangan, terjadi penyobekan kain biru pada bendera Belanda dan mengubahnya menjadi Merah Putih, yang kini menjadi bendera Indonesia.

Setelah matahari terbenam, Kya Kya Kembang Jepun menawarkan berbagai makanan murah di tempat terbuka, Pujasera versi Surabaya yang juga merupakan tempat untuk mencuci mata.

Related Posts with Thumbnails
Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogosphere News
  • Faves
  • FriendFeed
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • SphereIt
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
Sell links on every page of your site to thousands of advertisers!

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

 


  

Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
[A] Alumni SMPN 9 Surabaya [B] Bangjo » Bangjo Tours » Bangjo Tours Asia » Blog Bangjo » Blog Triton-QTX [C] Cassava vs Yams [I] Indonesia Country [J] Jalan Wali » Java Trendy [M] Makelar Surabaya » Monkasel [P] Pustaka Midi [T] Triton-QTX